Outsourcing Business Method
Kemaren ngobrol2 sama partner gue tentang planning kita buat ametis kedepannya. Trus dia tiba2 nyeletuk begini, “dhit, dimana2 bisnis itu ngga pake moral .. mungkin itu kelemahan sekaligus kelebihan kita kali ya .. kita bisnis pake moral” .
Nah sekarang apa hubungannya antara outsourcing dengan moral ?
Gue lagi memikirkan metode bisnis outsourcing yang paling sesuai dengan “hati” gue. Kenapa ? soalnya dulu gue sempet berpikir bahwa outsourcing hampir sama dengan menjual anak orang ( Apa yo namanya ? Human Trafficking ? )
Kalo dari pemikiran gue, outsourcing yang manusiawi itu adalah seperti ini :
1. Kita melakukan pemberian pelatihan ( kita didik ) dari awal hingga mereka jadi seseorang yang professional dibidangnya.
2. Pada saat ingin terjun ke medan perang, kita harus mendampingi mereka. Kita harus membekali mereka dengan senjata yang sesuai sehingga mereka bisa survive di medan peperangan.
3. Pada saat melakukan tugas di medan perang, kita harus mendampingi mereka dengan memberikan utusan yang terpercaya untuk mengurus mereka. Memastikan bahwa mereka bertempur dengan baik, dan kita harus dapat melindungi mereka pada saat terjadi sesuatu yang diluar batas kemampuan. Kita harus menjadi tameng buat mereka pada saat mereka membutuhkan.
4. Pada saat mereka selesai berperang, kita harus memberikan tanda jasa kepada mereka yang telah capek2 perang.
Nah sekarang bagaimana mekanismenya itu lho yang gue masih bingung, waktu itu gue ngobrol2 sama my second in command. Menurut beliau term outsourcing itu berlaku kalo misalkan ada prajurit kita di under command oleh orang lain. Jadi kalo misalkan pegawai kita bekerja di tempat client dan dibawah perintah client berarti itu adalah outsourcing, soalnya harkat dan martabat pegawai bisa-bisa tidak diperhatikan. Nah kalo bedanya nonoutsourcing adalah misalkan ada pegawai yang kerja di client, perusahaan harus tetap menjaga agar chain of command dari client tidak langsung ke pegawai melainkan harus ada level manager biar si manager atau orang kepercayaan itu yang nge – direct bawahannya. Jadi yang otomatis jadi bumper adalah si manager tadi, sehingga pegawai nya masih bisa diperhatikan harkat dan martabatnya (kalo managernya ngga gila ya :p) . Mungkin sodara uyo bisa nambahin ? kali kali aja saya salah ? :p
Oia ini adalah quote yang mau gue sampaikan kepada rekan2 gue di Ametis
A Quote From Shakesphere :
From this day to the ending of the world we in it shall be remembered. We lucky few, we band of brothers. For he who today sheds his blood with me shall be my brother.
Recent Comments